
(2) Mira Novana Ardani

*Corresponding author
AbstractThe development of the Nusantara Capital City (IKN) in East Kalimantan has generated various agrarian and social issues affecting indigenous communities, particularly the Balik Indigenous Community in North Penajam Paser Regency. This study aims to analyze the protection of the rights of the Balik Indigenous Community in land acquisition for the development of the Nusantara Capital City based on Law Number 2 of 2012 concerning Land Acquisition for Development in the Public Interest and Law Number 5 of 1960 concerning Basic Agrarian Principles (Basic Agrarian Law). This research employs a normative legal method using statutory, conceptual, and case approaches. The findings indicate that the development of the Nusantara Capital City has resulted in the reduction of indigenous living spaces, threats of displacement from customary territories, loss of access to natural resources, and disruption of the cultural identity of the Balik Indigenous Community. Normatively, both laws provide a legal framework for protection through the principles of humanity, justice, transparency, and recognition of customary land rights. However, their implementation remains suboptimal due to the weak recognition of customary territories, limited participation of indigenous peoples, and the persistence of agrarian conflicts within the development process of the Nusantara Capital City.
KeywordsBalik Indigenous Community; Land Acquisition; Nusantara Capital City; Customary Land Rights
|
DOIhttps://doi.org/10.33122/ejeset.v7i1.1433 |
Article metricsAbstract views : 0 |
Cite |
References
Akbar, M. R. S., Syafitri, A., Kairupan, A. S. P., & Iriantoro, A. (2026). Status tanah dan ganti kerugian masyarakat lokal di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN): Tinjauan hukum agraria dan HAM. Jurnal Kolaboratif Sains, 9(1), 1370–1376.
Amri, D. R., & Lessy, Z. (2024). Analisis diskursus pemerataan ekonomi dalam pembangunan nasional Ibu Kota Nusantara. Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah, 6(5), 2655–2672.
Aulia, D. P., Ramdani, N. F., Alfiyah, Y., & Harahap, C. B. (2025, March). Konflik Masyarakat Adat pada Pembangunan Ibu Kota Negara dalam Perspektif Sosiologi Hukum. In Gunung Djati Conference Series (Vol. 50, pp. 1-12).
Ayunda, I. (2026, May 24). Masyarakat adat di Penajam Paser Utara tergusur oleh pembangunan IKN. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). https://www.aman.or.id/story/masyarakat-adat-di-penajam-paser-utara-tergusur-oleh-pembangunan-ikn
Firnaherera, V. A., & Lazuardi, A. (2022). Pembangunan Ibu Kota Nusantara: Antisipasi persoalan pertanahan masyarakat hukum adat. Jurnal Studi Kebijakan Publik, 1(1), 71–84.
Gultom, M. Z., Sembiring, R., & Chairi, Z. (2026). Perlindungan hukum terhadap hak ulayat masyarakat hukum adat dalam pengadaan tanah untuk proyek strategis nasional: Studi kasus pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur. Jurnal Hukum Lex Generalis, 7(3).
Haq, A. S., Samudra, A. A., & Satispi, E. (2025). Implementasi kebijakan penyelesaian konflik agraria pengadaan tanah untuk pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara. Sospol, 11(2), 175–191.
Hasanah, N., & Hamid, I. (2025). Masyarakat Terasing: Alienasi Masyarakat Lokal pada Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Huma: Jurnal Sosiologi, 4(3), 249-262.
Hamid, A. R., & Suryana, A. (2024). Dinamika konversi hak atas tanah ulayat (studi kasus tanah ulayat di Bali). Jurnal Kolaboratif Sains, 7(12), 4739–4750.
Julianti, U. (2025, December 4). Sengketa lahan Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur. Klik Anggaran. https://www.klikanggaran.com/opini/11516362589/sengketa-lahan-ibu-kota-nusantara-ikn-kalimantan-timur
Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.
Rahmanto, L. A., Muharman, D., & Anggraini, N. S. (2022). Pengendalian alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009. AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 4(2), 545–554.
Selman, Y. F. (2025, September 29). Mengurai permasalahan pertanahan masyarakat hukum adat di IKN untuk ketahanan nasional. Perpustakaan Lemhannas RI. https://perpustakaan.lemhannas.go.id/?p=621
Simangunsong, A. F. (2023). Pengadaan tanah untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara: Catatan menurut teori keadilan sosial John Rawls. Jurnal Pertanahan, 13(1), 67–84.
Syakrani, W. (2026). Tinjauan normatif tentang mekanisme mediasi dalam penyelesaian sengketa tanah adat berdasarkan UUPA 1960. Journal of Society and Scientific Studies, 2(2), 6–13.
TanahKita. (2023). Masyarakat Adat Balik Sepaku menolak digusur. TanahKita. https://tanahkita.id/data/konflik/detil/ZFJqbEx3UkYwQ28
Tempo. (2025, April 16). Kisah muram Suku Balik yang terlindas pembangunan IKN. Tempo.co. https://www.tempo.co/ekonomi/kisah-muram-suku-balik-yang-terlindas-pembangunan-ikn-1231875
Welan, S. (2025, April 16). Pembangunan IKN: Ancaman nyata bagi kelangsungan hidup masyarakat adat Suku Balik. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). https://aman.or.id/index.php/news/read/2063
Widiarty, W. S. (2024). Metode penelitian hukum. Publika Global Media.
Yani, M. D., & Yuniawaty, Y. (2025). Kepastian dan Perlindungan Hukum Bagi Masyarakat Adat Suku Balik Dalam Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Ibu Kota Nusantara. UNES Law Review, 7(3), 969-979.
Yulia, A., & Suryono, A. (2026). Tanggung jawab pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap penggunaan tanah masyarakat untuk pembangunan sekolah menurut Undang-Undang No 2 Tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. SS&H: Studies in Social Sciences and Humanities, 3(1), 63–76.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Gisya Shaqila Rashica*, Mira Novana Ardani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

























